Preeklampsia adalah Penyebab Dari 5 Komplikasi Kesehatan Ini

Preeklampsia adalah komplikasi pada kesehatan yang sering menimpa ibu hamil. Penanganan yang cepat atas komplikasi ini sangat dibutuhkan, agar Anda dan janin yang dikandung bisa selamat dan tetap sehat. Selain itu, penanganan dini preeklampsia juga diperlukan agar tak memicu 5 komplikasi berikut yang malah memperburuk kondisi Anda dan janin.

  1. Sindrom HELLP (Hemolysis, Elevated Liver Enzymes and Low Paletet)

Sindrom HELLP merupakan kondisi yang lebih parah dibandingkan dengan preeklampsia. Sindrom ini mengakibatkan 3 organ penting dalam tubuh ibu hamil mengalami kerusakan sehingga tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Nama dari sindrom ini merupakan akronim dari 3 kondisi organ tersebut yaitu hemolysis, elevated liver enzymes, dan low patelet.

Sindrom HELLP menyebabkan hemolisis, kondisi dimana sel darah merah hancur sehingga asupan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh mengalami gangguan. Selanjutnya, karena fungsi hati telah terganggu, menyebabkan hati memproduksi enzim melebihi batas normal. Yang terakhir, kadar trombosit yang rendah membuat proses pembekuan darah tak berjalan dengan optimal.

  1. Komplikasi eklampsia

Preeklampsia adalah pemicu dari eklampsia. Eklampsia muncul karena preeklampsia tidak ditangani dengan baik. Dilansir dari Healthline, 1 dari 200 ibu hamil yang didiagnosa dengan preeklampsia, memiliki kemungkinan terkena eklampsia. Komplikasi eklampsia memang jarang terjadi, namun dampaknya lebih membahayakan dari preeklampsia itu sendiri.

  1. Penyakit kardiovaskular

Dilansir dari Mayo Clinic, salah satu komplikasi yang bisa dipicu oleh preeklampsia adalah penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Salah satu penyakit yang mungkin diderita adalah penyakit jantung hipertensi. Resiko penyakit ini akan semakin meningkat jika preeklampsia terjadi lebih dari satu kali.

  1. Penyakit stroke

Dilansir dari Preeclampsia, resiko terkena stroke bagi ibu hamil yang mengalami preeklampsia menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Tekanan darah yang tinggi pada penderita preeklampsia menyebabkan terganggunya suplai darah ke otak sehingga memicu terjadinya pendarahan pada otak. Pendarahan yang terjadi pada otak akan membuat sel-sel otak mengalami kerusakan.

  1. Rusaknya organ penting bagi tubuh seperti ginjal, hati, jantung dan paru-paru.

Preeklampsia bisa menjadi pemicu rusaknya organ yang penting bagi tubuh seperti ginjal, hati, paru-paru, dan jantung. Paru-paru ibu hamil dengan preeklampsia akan mengalami penumpukan cairan sehingga kerjanya menjadi terganggu dan oksigen tak bisa diserap dengan baik. Hal ini juga terjadi pada ginjal yang tak bisa lagi menyaring darah, sehingga racun mengendap dalam tubuh.

Preeklampsia adalah kondisi yang bisa memicu munculnya komplikasi lain pada tubuh. Dengan mendeteksi gejala preeklampsia secepat mungkin, maka Anda pun bisa menghindari komplikasi lain yang ditimbulkannya. Selain konsultasi lansung dengan dokter, Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi kehamilan online dengan para dokter ahli kandungan yang ada di Orami.